Bijak Memanfaatkan Alam cara warga Long Uli ambil kayu Bakar

1776861770068.jpg

Bagi masyarakat Desa Long Uli, hutan bukan sekadar tempat mencari hasil bumi, tetapi juga rumah yang harus dijaga dan dihormati. Hal ini terlihat jelas dari cara mereka mengambil kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Berbeda dengan cara yang merusak, warga desa memiliki prinsip yang tegas: hanya mengambil kayu yang sudah mati dan kering.

 

Di tengah hutan yang rimbun, mereka mencari pohon-pohon yang sudah tumbang karena usia tua, angin kencang, atau batang-batang kayu yang sudah lama tergeletak dan kering. Kayu-kayu ini sudah tidak bernyawa lagi, sehingga pengambilannya sama sekali tidak merusak pohon yang masih hidup dan hijau.

 

Seperti terlihat dalam gambar, kayu-kayu tersebut kemudian diangkut menggunakan perahu menyusuri sungai, memanfaatkan aliran air sebagai sarana transportasi alami yang efisien.

 

Cara ini bukan hanya soal mencari bahan bakar, tetapi merupakan wujud nyata kearifan lokal dan cinta terhadap lingkungan. Warga Long Uli paham betul bahwa agar hutan tetap lestari dan terus memberikan manfaat untuk anak cucu, maka harus diambil secukupnya dan dengan cara yang benar.

 

Dengan mengambil kayu kering, api di dapur tetap menyala untuk memasak, namun hutan tetap terjaga keasriannya. Ini adalah bukti bahwa manusia dan alam bisa hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menjaga.

Bagikan post ini: