Desa Long Uli: Harmoni dalam Keberagaman Suku
Desa Long Uli dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki kekayaan budaya dan keberagaman suku yang hidup berdampingan secara damai. Sejak dahulu, mayoritas masyarakat yang mendiami desa ini berasal dari suku Uma Lung. Suku ini menjadi bagian penting dalam sejarah dan perkembangan awal Desa Long Uli.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan desa, Long Uli semakin terbuka dan dihuni oleh berbagai suku lainnya. Kini, selain Uma Lung, terdapat juga suku-suku seperti Lepu Maut, Lepu Ke, Lepu Ntang, Bakung, Punan, dan Badeng yang turut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Keberagaman ini bukanlah menjadi pemisah, melainkan justru menjadi kekuatan. Walaupun terdiri dari latar belakang suku yang berbeda-beda, masyarakat Desa Long Uli hidup dalam kebersamaan, saling menghargai, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain. Nilai persaudaraan, gotong royong, dan saling tolong-menolong tetap dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan suku, adat, dan kebiasaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu. Justru dari keberagaman itulah tercipta keharmonisan yang memperkaya budaya dan mempererat hubungan antarwarga. Dalam setiap kegiatan desa—baik acara adat, kegiatan sosial, maupun kerja bersama—semua warga berpartisipasi tanpa melihat latar belakang suku.
Desa Long Uli menjadi contoh nyata bahwa keberagaman dapat berjalan seiring dengan persatuan. Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati, masyarakatnya membuktikan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperindah kehidupan bersama.
Baca juga:
Ramah Tamah Penyambutan Asisten Gembala Baru dan Acara Syukuran Desa Long Uli atas masuk ke Juara Um
Ramah Tamah Penyambutan Asisten Gembala Baru dan Acara Syukuran Desa Long Uli atas masuk ke Juara Um