Ibadah Memperingati Kenaikan Isa Al Masih
Jemaat Tuhan di Desa Long Uli Rayakan Kenaikan Isa Al Masih dalam Ibadah Persekutuan yang Penuh Sukacita
Desa Long Uli, 14 Mei 2026 — Suasana sukacita dan pengharapan memenuhi ruang ibadah Gereja di Desa Long Uli hari ini, Kamis (14/5). Jemaat Tuhan dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, berkumpul menjadi satu dalam ibadah persekutuan khusus untuk memperingati peristiwa agung Kenaikan Isa Al Masih ke surga.
Ibadah dimulai pukul 09.00 pagi dengan nyanyian pujian yang menggema di seluruh ruangan, menyatukan hati setiap umat dalam rasa syukur. Di bawah atap gereja yang sederhana namun penuh makna, jemaat duduk berjejer dengan tertib dan khusyuk, menyiapkan hati untuk mendengarkan firman Tuhan dan memperingati peristiwa yang menjadi tonggak iman Kristen tersebut.
Dalam khotbah yang disampaikan, pemimpin ibadah mengingatkan seluruh jemaat akan makna mendalam dari Kenaikan Isa Al Masih. Dijelaskan bahwa peristiwa ini bukanlah perpisahan, melainkan janji dan persiapan. Bahwa setelah menamatkan tugas-Nya di dunia, Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa, menjadi Pengantara dan Penengah bagi kita semua. Kenaikan-Nya menjadi bukti bahwa karya keselamatan telah selesai, dan Ia akan datang kembali kelak dalam kemuliaan untuk menjemput umat-Nya.
“Kenaikan Isa Al Masih mengajarkan kita untuk tidak berpusat pada apa yang ada di bumi, tetapi menaruh hati dan pikiran pada apa yang di surga. Ia telah mendahului kita, dan Ia menyiapkan tempat bagi kita,” ujar pemimpin ibadah di hadapan jemaat yang mendengarkan dengan penuh perhatian. Pesan ini menguatkan hati setiap orang yang hadir, terutama bagi warga Desa Long Uli yang hidup dalam kesederhanaan, agar tetap teguh memegang iman dan saling mengasihi sesama.
Momen ibadah ini juga menjadi wadah persekutuan yang hangat. Di samping mendengarkan firman Tuhan, jemaat saling bersapa, berbagi sukacita, dan mendoakan satu sama lain. Semangat kebersamaan yang tampak jelas mencerminkan persekutuan orang percaya yang satu hati, satu jiwa, dan satu pengharapan di dalam Kristus. Walaupun fasilitas gereja di desa ini masih sederhana, namun kehadiran Tuhan dan kehangatan persaudaraan membuat ibadah terasa sangat indah dan berkesan.
Bagi jemaat di Desa Long Uli, peringatan Kenaikan Isa Al Masih bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat akan panggilan hidup mereka sebagai umat Tuhan. Di tengah kehidupan sehari-hari sebagai masyarakat desa yang bekerja keras bertani, berkebun, dan berusaha, iman akan Kristus yang naik ke surga menjadi kekuatan dan penghiburan. Mereka percaya bahwa setiap usaha dan kerja keras yang dilakukan dengan hati yang benar, akan mendapat berkat dan penyertaan Tuhan.
Ibadah ditutup dengan doa syafaat dan nyanyian penutup, meninggalkan kesan damai dan sukacita di hati setiap jemaat. Meskipun sudah bubar, semangat persekutuan tetap terasa, karena jemaat pulang membawa hati yang diperbaharui, bertekad untuk mewujudkan ajaran kasih Kristus di tengah masyarakat Desa Long Uli, menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar.
Peringatan Kenaikan Isa Al Masih tahun ini menjadi bukti nyata: di mana pun berada, sesederhana apa pun tempat ibadahnya, jemaat Tuhan tetap berkumpul, tetap bersukacita, dan tetap memegang teguh janji-Nya—bahwa Kristus yang naik ke surga, itulah Kristus yang senantiasa menyertai dan menopang hidup kita sampai selama-lamanya.