Me’ek Fade, Cara Tradisional Merontokkan Padi di Desa Long Uli

not image

Sebagian masyarakat Desa Long Uli masih mempertahankan cara tradisional dalam merontokkan padi yang dikenal dengan sebutan me'ek fade. Cara ini dilakukan dengan menginjak-injak padi yang sudah dipanen agar bulir padi terlepas dari tangkainya. Walaupun di desa sebenarnya sudah tersedia mesin perontok padi, sebagian masyarakat belum terbiasa menggunakannya. Selain itu, mesin tersebut cukup berat sehingga sulit dibawa ke ladang.

Biasanya setelah padi dipotong dari ladang, padi terlebih dahulu dijemur jika masih dalam keadaan basah. Setelah agak kering, padi kemudian diinjak-injak sampai bulirnya terpisah dari tangkai. Cara ini sudah lama dilakukan oleh masyarakat dan masih terus digunakan sampai sekarang.

Setelah bulir padi terlepas, proses dilanjutkan dengan mafeng fade, yaitu mengipas padi untuk memisahkan bulir padi yang berisi dengan yang kosong. Dengan cara ini, padi yang bagus dapat dipisahkan sehingga hasil panen menjadi lebih bersih dan berkualitas.

Untuk melakukan me'ek fade, masyarakat biasanya membuat tempat sederhana menyerupai meja yang terbuat dari kayu. Pada bagian atasnya dibuat celah-celah kecil agar bulir padi bisa jatuh ke bawah saat diinjak. Meja ini dibuat agak tinggi supaya lebih mudah digunakan. Cara sederhana seperti ini sudah diwariskan sejak lama dan masih menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Long Uli dalam mengolah hasil panen padi.

Bagikan post ini: