Menjemur Padi dengan Tazeng Fe di Desa Long Uli

1770561898564.jpeg

Menjemur padi sebelum digiling masih menjadi kebiasaan yang dijaga oleh masyarakat Desa Long Uli. Setelah panen, padi dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering agar menghasilkan beras yang baik dan tidak mudah rusak saat disimpan.

Proses penjemuran dilakukan dengan cara menghamparkan padi di atas tikar rotan yang disebut tazeng fe. Tikar ini dianyam secara tradisional dan biasa digunakan khusus untuk menjemur padi. Padi disusun rapi di atas tazeng fe lalu dijemur di tempat terbuka, seperti di jalan kampung atau halaman rumah yang terkena sinar matahari langsung.

Selama dijemur, padi sesekali dibalik agar keringnya merata. Jika cuaca berubah atau awan mulai gelap, padi segera dikumpulkan kembali. Kebiasaan ini sudah sangat lekat dengan kehidupan masyarakat dan dilakukan dengan penuh ketelitian.

Menjemur padi dengan tazeng fe juga menjadi momen kebersamaan dalam keluarga. Anak-anak, orang tua, hingga kakek-nenek ikut membantu, baik saat menghampar, membalik, maupun mengangkat padi yang sudah kering.

Melalui kebiasaan sederhana ini, masyarakat Desa Long Uli menunjukkan cara hidup yang selaras dengan alam. Tradisi menjemur padi menggunakan tazeng fe bukan hanya menjaga kualitas hasil panen, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan warisan budaya yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Bagikan post ini: