'

Nuba Sungai Uli, Warisan Alam dan Budaya Long Uli

1762567555133.jpeg

Long Uli, 1 November 2025 Di tengah kesejukan alam Bahau Hulu, warga Desa Long Uli melaksanakan tradisi turun-temurun yang dikenal dengan nama nuba, yakni menangkap ikan menggunakan racun alami dari akar tumbuhan hutan. Kegiatan ini berlangsung di Sungai Uli dan diikuti oleh banyak anak-anak dan ibu-ibu dengan penuh semangat dan keceriaan.

Tradisi nuba dilakukan dengan melumat akar tertentu yang menghasilkan getah alami, kemudian dicampurkan ke air sungai. Getah tersebut membuat ikan mabuk atau pingsan sehingga mudah ditangkap. Walau sebagian ikan mati, racun alami ini tidak merusak lingkungan, karena bahan tersebut berasal dari tumbuhan dan cepat larut di air.

Selain untuk rekreasi dan kebersamaan warga, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi muda agar mereka mengenal cara-cara hidup yang selaras dengan alam. Anak-anak tampak antusias melihat ikan-ikan yang muncul ke permukaan, sambil mendengarkan cerita para orang tua tentang makna di balik tradisi nuba. Ikan-ikan yang di dapati adalah ikan-ikan khas sungai bahau seperti (ikan leket, ikan telage atau belut sungai,ikan baung, ikan telen dan lain-lain).


Dahulu, nuba juga dipercaya sebagai cara memanggil hujan, sebuah bentuk harapan masyarakat kepada alam agar kembali menurunkan berkahnya. Kini, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan, sekaligus sarana untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam sekitar.

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Long Uli menunjukkan bahwa kearifan lokal masih hidup dan terus dijaga. Tradisi nuba bukan sekadar menangkap ikan, tetapi juga pengingat akan kekayaan alam Bahau Hulu dan pentingnya mewariskan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak dini.

Bagikan post ini: