Seni Dan Persatuan Ukir Tiang Belafeng

1776904435065.jpg

Seni dan Persatuan: Bapak-bapak Long Uli Ukir Tiang Belafeng untuk Balai Adat

 

Di bawah naungan pohon-pohon rindang, terlihat pemandangan yang begitu khas dan membanggakan. Para bapak dari Desa Long Uli sedang duduk berkeliling, memusatkan perhatian dan tenaga mereka pada sebuah batang kayu besar. Dengan cekatan, tangan-tangan terampil itu menggerakkan pahat dan alat ukir, menciptakan motif-motif indah yang rumit pada apa yang kelak akan menjadi Tiang Belafeng

 

Tiang Belafeng bukan sekadar tiang penyangga biasa. Bagi masyarakat Dayak Kenyah, tiang ini memiliki makna yang sangat dalam. Ia adalah simbol kekuatan, kearifan lokal, dan identitas budaya yang berdiri tegak di depan Gedung atau Balai Adat desa

 

Proses pembuatannya pun menjadi momen yang mempererat persaudaraan. Tidak ada yang bekerja sendirian. Mereka saling bergantian, saling mengoreksi, dan saling berbagi ilmu. Ada yang memegang kayu agar stabil, ada yang fokus mengukir detail motif khas nenek moyang, sementara yang lain menyaksikan dan memberikan semangat. Suara pahat yang beradu dengan kayu menjadi irama kerja sama yang indah

 

Setiap goresan dan ukiran yang terbentuk menyimpan cerita. Motif-motif tersebut biasanya menggambarkan alam, hewan, atau nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Ketika nanti tiang ini berdiri kokoh di depan Balai Adat, ia akan menjadi tanda yang nyata: tanda bahwa budaya kita hidup, tanda bahwa masyarakat kita bersatu, dan tanda penghormatan kepada leluhur.

 

Karya seni yang lahir dari gotong royong ini akan menjadi saksi bisu yang berdiri gagah, mengingatkan setiap orang yang lewat akan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan yang tak pernah pudar di Desa Long Uli.

Bagikan post ini: