'

Nyamat: Tradisi Mencari Daging dan Ikan di Sungai Lutung

not image

Nyamat: Tradisi Mencari Daging dan Ikan di Sungai Lutung

Sungai Lutung menjadi lokasi utama pelaksanaan Nyamat karena sungai ini dikenal sebagai sumber ikan dan hasil alam lainnya. Namun, kondisi alam di Sungai Lutung tidak selalu bersahabat. Pada musim kemarau, air sungai cenderung dangkal sehingga kendaraan atau alat transportasi tidak dapat masuk ke area sungai. Para peserta Nyamat harus berjalan kaki menyusuri sungai dan hutan di sekitarnya untuk mencapai lokasi pencarian.

Risiko terbesar dalam tradisi Nyamat terjadi ketika hujan turun. Jika hujan deras mengguyur kawasan hulu, Sungai Lutung dapat meluap dan berubah menjadi banjir dengan arus yang sangat deras. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi para laki-laki yang sedang berada di seberang sungai atau dalam perjalanan pulang. Untuk kembali ke kampung, mereka harus menyeberangi Sungai Lutung yang meluap, sehingga keselamatan menjadi taruhan.

Meskipun penuh risiko, tradisi Nyamat tetap dijalankan dengan penuh semangat dan kehati-hatian. Para peserta biasanya saling menjaga, memperhatikan kondisi cuaca, dan mengandalkan pengalaman serta pengetahuan lokal untuk menentukan waktu yang aman. Keberanian dan solidaritas menjadi kunci utama agar tradisi ini dapat berjalan dengan selamat.

Bagikan post ini: